KATA-KATA MENYAMBUT BULAN RAMADHAN

Diposting oleh mutiara linda yanti pada 05:40, 04-Jun-16



tasbih.png

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh. . .
Bismillahirrohmannirrohim. . .

Lama sudah blog ane yang keren ini ane tinggalin.
Rindu rasanya ane pengen buat new post.
Tapi, karena ane busy dan busy. .
Akhirnya blog ane yang kece ini terabaikan lagi. . .

Pa kabar smuanya, agan2 dan agan wati.
Yang sudah lama gak ane kunjungi blognya.
Moga blog agan dan agan wati makin keren dan kece ya. . .
So, sekarang sudah di penghujung syaban. Kejap lagi dah masuk bulan ramadhan, ane selaku admin blog mutiarakayangan.mywapblog.com
Pengen share beberapa untaian kata2.
Buat nyambut bulan Ramadhan tahun ini. Moga dapat ngobati rasa rindu agan2 dan agan wati sama tulisan ane, key. . .


*** Dalam indah kata, terkadang ada prakata.
Dalam manis muka terkadang masam aura.
Dalam bening hati terkadang ada prasangka.
Dalam bulan yang suci ku layangkan kata.
Marhaban ya ramadhan kita sambut bulan yang suci.

**** Bila hati seputih awan jangan biarkan ia mendung.
Bila hati sebening air
Jangan biarkan ia keruh.
Bila hati seindah bulan
Jangan biarkan tanpa ramadhan
Marhaban ya ramadhan
Mohon maaf segala ampunan.


*** Pucuk pauh selara pauh
Buahnya jatuh di dalam semak
Agan jauh ane pun jauh
Di pisah oleh jarak.

Tanam jagung di tengah ladang
Bagus buahnya karena hujan.
Kini Ramadhan kembali menjelang.
Dosa dan salah harap di maafkan.


Johor baru ke ulu tiram.
Singgah di pandan membeli peci.
Marhaban ya Ramadhan
Kita sambut bulan yang suci.


Tanam sirih di tepi kali
Pohonnya tumbuh tinggi sekali.
Ramadhan datang setahun sekali
Jom bersihkan diri sucikan hati.


Bunga mawar di dalam jambangan.
Indah bentuknya tapi berduri.
Khilaf dan salah harap di maafkan.
Kita sambut bulan yang suci.






Kata kadang menyakitkan.
Janji kadang terabaikan.

Salah kata karena khilaf.
Masam muka karena benci.
Sinis senyum karena iri.

Di bulan yang suci
Mari jalin silaturahmi.

Banyak kata maaf obatnya
Banyak dosa ampunan taubatnya
Banyak harta zakat obatnya
Banyak malam Al-qur'an bacaanya
Bulan Ramadhan puasa saatnya.

Jom Marhaban ya Ramadhan.
Kita sambut dengan iman.


By>> Mutiara linda yanti
Johor baru>> 04 juni 2017

SENANDUNG KECEWA oleh MUTIARA LINDA YANTI

Diposting oleh mutiara linda yanti pada 20:34, 30-Des-15





Kau. . Seumpama tunas melakar diri.
Padmamu bagai belati menusuk tajam.
Meruncing hati yang terbelah.

Kau. . Pecundang ribuan kata di bibirmu.
Membunuh perlahan dari jarak tak bertepi.

Hunusan haikalmu, membakar api dendam.
Bertabur bara kebencian.
Merelung bismati hati.
Meresap di jiwaku dalam kehidupan tanpa makna.

Kini aku tak berdaya;
Rapuh dari genggaman asa.
Temaram ku lalui tanpa senja.
Bagai puisi tanpa rima.

Nafasku melirih dari bait sajak
Yang ku hias bintang berpagar malam.
Ku habiskan sang waktu
Dalam keranda dilema.

Dan kesedihan ini tak berminda
Di savana jiwa.
Melakarku di hujung kematian.
Dengan air mata yang terus
Mengalir di nadi.

Bahkan do'a tak mampu, hentikan
Tangisan kecewa yang menunggang di pundakku.
Hanya kepasrahan membalut nafas.


Johor bahru, 30-12-2015

SANG KUNCUP FAJAR

Diposting oleh mutiara linda yanti pada 00:08, 27-Nov-15



SANG KUNCUP FAJAR


Sekuntum malam merayap.
Bermekar biru di setangkup
do'a.
Menebar pesona di altar jiwa.
Dengan cinta sepurnama.
Hadirmu menyeka duka.

Engkau sang pemuja aksara.
Parasmu bercadar misteri.
Meski bisik meliput tanya.
Antara ada dan tiada.

Menjamu warna seindah rasa.
Melukis tinta berkuas jiwa.
Harum mu menebar wangi
Aroma seribu bunga di jamuan pagi.

Engkau sang kuncup pajar
Berpijar indah di kutub sengkala.
Berlinang embun merayap
Di kening" luka.
Mengoles munajad di sujud" ba'diah.
Mengalir seratus do'a bermuara.

Engkau sang pemuja ronanya jingga.
Terpancar serupa pelangi yang membias di lembah hati.
Dan diam terpanjat secarik sejarah.
yang pernah terkubur di rundung luka.
Terselubung kembali di dalam dada.

Dengan cinta idtikad ajnabi.
Terlahir di celah rongga suci.
Gamitkan dalam panggilan azza wa jala.
Tengadahkan sebait munajah
Apit aku di antara malaikat" sorga.

***


Special edition >> mutiara linda yanti.

KOLEKSI PUISI MAYA MUTIARA LINDA YANTI

Diposting oleh mutiara linda yanti pada 13:14, 26-Nov-15



PENJARA RINDU


Lenguh angin malam mendesah.
Mencabik jiwa yang terkapar.
Menahan perih derita rindu.
Tanpa terasa air mata berlinang.
Jatuh bergulir menyiksakan nyeri.
Tragis rindupun terpenjara.
Terkungkung dalam pasungan.
Entah kapan belenggu
lekang.
Sirna berlalu dari rating jiwa...

Tanpa pernah tahu..
Ataupun meraba dimana....?
Rindu yang memuja...
Rindu yang menjadi abdi jiwa... Hingga lemas waktu tersihir dekapan.
menyekap pilu rindu...

Riau,7 September 2013 pukul 11:05
***




CINTA MAYA

Lewat alunan nada, kutulis tentangmu.
Tentang rindu mengusik jiwa.
Tentang mimpi yang berkencana.
Menggelitik alam khayal...

Hanya kamu...
Pawaka pandawa atma.
Yang bertiara braja di hati.
Sampai malam menyingkir.
Membawa jejak purnama emas.

Senggama rindumu masih menyelimut raga.
Dan Wajah pucat sang fajar. Berseringai mengumpat sirik di sebalik dedaun.
Seloroh bayupun menghempas
daun jendela rapuh...

Masih berpejam mataku...
Melepaskan genggaman jemarimu.
Yang hendak berlalu mengendus waktu.
Setelah sisiri lorong mimpi...

Lalu terjaga...
Meraba sisi pembaringan.
hampa...
Tanganpun menjamah bayang semu...
Gusar...

Tersadar dalam gugup...
Kau telah pudar....
Hilang tersapu angin...
Pergi entah kemana...
Yang kuharapkan kau kembali... Menjelma di tiap mimpi dan nyataku.
Seperti harapan atas nama raenkarnasi cinta.


8 September 2013 pukul 11:31 ·
****



Oleh : mutiara linda yanti

***

LUKA CINTA

Malam....
Dengar kanlah keluhan hatiku... Dengarkan rintihanku....
Lihat perih luka
selaksa jarum menusuk.

Aku telah di puja sekian ratus malam.
Sekian ribu jam...
Bahkan puluhan miliyar denyut nadi.
Telah terisi penuh olehnya.
Telah di kuasai segenap ruang hatiku.
Olehnya penuah cinta....

Tapi haruskah semua ini.
Kan berakhir airmata..?
Di atas sulaman kepedihan.
Yang berpoles tetesan empedu....

Jiwaku yang bodoh yang
menghamburkan benih semu.
Akankah kan berbulir .
Ku tahusemua angan kosong. Semua harapan ini hampa.
Tapi pantaskah aku
Yang menerimanya...

Sedang cinta yang kucurah.
Teramat dalam bersemayam.
Teramat agung bertahta.
Padapesanggrahan hatiku.

Hari ini kali pertama.
Halilintar mengoyak perasaan . Merobek angan yang telah ku rajut.
Dia telah lemparkan aku.
Pada tebing kebimbangan.
Telah injakan hatiku pada ngarai keraguan.


Dengarlah bintang... Kali pertama terucap.
Cintaku di anggap sandiwara.
Kali keberapa terdengar.
Cintaku di anggap dusta.

Pedih memang....
Tragis memang....
Mungkin inilah caranya.
Untuk mengakhiri semua ini. Tanpa dia tahu, betapa dalam luka.
Yang dia goreskan untukku.
Juga berapa pedih duka.


Duhai malam di persaksian
Hujan.
Jiwa yang bergeletar.
Bersujud di tikar sajadah. Mengharap ampunan dan ridho.... Akan cinta dan kebenaran ku....

Sampaikanlah angin
malam....
Pada malaikat penjaga surga.
Yang menganugerahkan cinta..... Atas
segala cinta.....


3 Desember 2012 pukul 20:44

Oleh: mutiara linda yanti (my colection)

AIR MATA PERANG SURIAH

Diposting oleh mutiara linda yanti pada 14:32, 25-Nov-15

AIR MATA PERANG SURIAH

(request~Ridwan Kurniawan)



Saudaraku yang terbaring.
Di antara gelimpang mayat-mayat
Gosong.
Menebar aroma sangit.
Bergelimang darah.


Jerit kematian memekat buana .Lolong senapan bagai srigala
pemangsa.
Membumi hanguskan tanah suci.
Mengotori singgasana agama.


Percik api kebencian menebar dendam.
Memikul intrik liar menanduskan
nurani.
Ritme kehidupan melahirkan
peperangan.
Mentalitas terkondisi radikal demontrasi.




Di bawah azab tangan" baja.
Bernaung panji" bangsa tirani.
Mereka musuh sepanjang zaman. Berkuasa sekaliber dunia.
Bersedakap Pilar" kezaliman.


Berdiri agung bagai manzila"
Perenggut ruh" tanpa dosa.
Kota ini lengang tak bertuan.
Lenguhan gedung nyaris memilu.


Desah langit mengiris.
Mengoyak kubu hati.
Menitiskan air mata.
Dalam sabda ; saudara ku seiman
syahid sebagai suhada.





Oleh >> mutiara linda yanti